Supir Angkot

Begini ini nih kalo numpang posting dari kantor jadi jarang-jarang postingnya, apalagi kalau lagi di kantor banyak kerjaan, jadi cuma bisa BW aja. Mau posting dari rumah e do do e saya masih melihara penyakit malas yang luar binasa ganasnya, boro-boro mau buka laptop. mau bersih-bersih rumah aja ketunda mulu gara-gara kasur yang rajin manggil-manggil. hahhaha, yaudahlah ya, curhat gak pentingnya udahan aja, yang penting kan sekarang saya mau posting.hehheehe😀

Sebenarnya sih postingan ini udah saya jadiin draft dari kemarin-kemarin, dan jangan ditanya alesannya apa, tetep ya malasnya yang juara banget!! hehhe. saya mau cerita kalau semenjak saya pindah ke kalibata angkutan saya kemana-mana adalah metromini, mikrolet dan ojek. Sebenarnya sih metromini dan mikrolet itu udah biasa, tapi karena di Bekasi adanya koasi alias koperasi angkutan Bekasi dan metromini pun gak ada, jadilah ketika saya pindah kesini merasakan juga oh gini toh rasanya naik mikrolet itu. hahhaa, norak yah, tapi gapapa deh ya, toh blog ini kan kadang jadi  ajang norak-norakan, kalau naik ojek depend on cuaca dan finansial, kalau lagi kaya dan baru abis gajian pasti naik ojek, kalau udah pertengahan bulan harus rela deh mejeng di pinggir jalan nunggu metromini atau mikrolet😀

Well, balik lagi ke masalah angkutan umum, udah pada tau donk ya kalau pemerintah Ibukota Jakarta sedang menerapkan peraturan baru bagi para supir mikrolet dan metromini, peraturan baru yang mengharuskan si supir menggunakan tanda pengenal dan seragam. Gak ngerti deh ya maksudnya apa, katanya sih untuk mengurangi kejahatan di dalam angkutan umum, yah, semoga keputusannya tepat ya pak.

Dua hari yang lalu ada kejadian yang menurut saya lucu, kalau gak lucu nonton acara lawak aja, *ikh, galak* hehehe. Gak donk saya kan baik hati seperti ibu peri *pencitraan*😀

seperti biasa pagi itu saya naik mikrolet 19 arah kp-melayu kranji, saya naik dari binawan dan harus melewati PGC (Pusat Grosir Cililitan) dulu untuk cari penumpang lalu menuju ke arah cawang. ketika sampai di PGC, ada kemacetan sedikit didepan PGC ,memang setiap pagi mikrolet-mikrolet itu antri untuk melewati terminal transit PGC. tapi ada yang aneh dengan antrian mikrolet itu. mikrolet itu ada penumpangnya tapi gak ada supirnya. langsung donk saya penasaran. saya yang duduk di samping abang supir langsung kepo nanyain ke abangnya. ternyata ada acara pemberian hukuman bagi supir yang melanggar peraturan. saya tanya hukumannya apa, si abang cuma senyum dan menjawab, liat aja nanti neng. Okay we will see.

Setelah mikrolet yang saya tumpangi sampai di paling depan, ternyata ada seorang Ibu petugas Dishub yang menghampiri mikrolet yang saya tumpangi itu dan menyuruh si abang keluar dari mikrolet. Setelah si Abang supir turun, saya baru tau kalau ternyata si Abang supir melanggar peraturan karena gak pakai seragam dan harus dihukum. Hukumannya apa? jalan dari mobil mikroletnya ke jalan raya sebanyak 10 kali bolak-balik dan setiap sampai ke satu titik, mereka harus joget kecil dan setelah itu jongkok dan selonjoran mengikuti instruksi si ibu. buahahaha, berasa di ospek deh tu si abang supir. dan yang lebih lucu lagi yang dihukum ini gak cuma 1 orang aja  hampir 10 supir angkot yang dihukum bersamaan dan harus sambil nyanyi. terserah mereka mau nyanyi apa, dan akhirnya mereka kompakan nyanyi lagu dangdut.

Selama mereka dihukum, mereka jadi tontonan setiap orang yang lewat karena posisinya persis di depan PGC, di dekat jalur masuk busway shelter PGC. Setelah selesai menjalani hukuman mereka diberikan wejangan oleh si ibu dishub. sayangnya saya gak sempat memphoto atau merekam acara hukumannya, karena sibuk ketawa-ketiwi ngeliatin hukumannya.

Sayangnya besoknya gak ada lagi acara pemberian hukuman yang seperti itu, karena setiap supir yang melanggar peraturan langsung ditahan dan diskorsing gak boleh ‘narik’. Kasihan supir-supir itu.

About Neng Rina

a 'new' nyonyah di dalam keluarga baru (kecil), yang terus belajar dan menulis.

Posted on March 9, 2012, in Personal Life. Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. Haha. Kocak abis, dah. Itu si ibu dishub gimana reaksinya, Rin, liat abang-abang supir jejogedan gitu? Kalo kamu mah, pasti ikutan goyang, pan?😀

    • Iya, kocak banget. Si ibu dishub itu sok kul banget, tampangnya galak, padahal orang sekitarnya pada ketawa2 semua gara2 hukuman yang dia kasih.
      aku nonton aja donk, walaupun dalam hati berhasrat banget buat ikut jejogedan *eh

  2. Wah lucu juga nih hukumanx, tapi ternyata cuma berlaku sehari y hukuman unik itu?
    Aku malah kangen naek metromini mbk, penuh kenangan si, hehe

    • iya sayangnya cuma sehari aja, soalnya si ibu dishub udh gak disitu lg, digantiin sama bapak dishub, jadinya hukumannya langsung main tangkep.
      ciyee Amel, pasti karena kenangan bersama om genit ya?😛

  3. oh my God…. ironis banget ya…. sekaligus menyedihkan…
    apa maksudnya dephub bikin hukuman kayak gitu?
    miris ngeliat keputusan2 para pemimpin negara kita yang kesannya selalu bikin lucu2an atau lawakan doang…

  4. Setuju sama Om Arman. *singkat yak gw*😀

  5. direkam aja mestinya. masukin youtube. jadi ngetop deh. trs masuk tipi, banyak job dan akhirnya berhenti narik krn jadi artis. aamiin…. *ya rejeki orang siapa yg tau kan? qiqiqi*

Mari berkomentar dengan bijak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: