1 Month

Pagi ini saya menyadari satu hal. saya baru sadar kalau hari ini tanggal 14 April. terus ada apa dengan tanggal 14 April?? jawabannya ada di tanggal hari ini. Jeng-jeng…Saya lupa kalau kemarin adalah satu bulan saya dan Mr. N membina rumah tangga, alias baru menginjak satu bulan pernikahan. 13 Maret ke 14 April = 1 bulan lebih 1 hari.. Gpp lah ya, telat sehari. hahaha.. Namanya lupa bin tidak ingat yah, jadilah saya seperti orang panik yang ketinggalan dompet dirumah. (haha, apa hubungannya ketinggalan dompet dengan lupa tanggal??) oke, skip!!. Saya baru menyadari hal ini ketika tadi pagi di Bus, ketika Mr. N membahas tentang rencana jalan-jalan yang akan dimulai dari hari kamis sore minggu depan. Kronologis kejadiannya kira-kira seperti ini:

Mr. N: Yank, jadi kamis depan kita jalan-jalannya dari jam pulang kantor, kalau bisa kamu pulangnya lebih awal, biar bisa agak lama waktunya.

Saya: Oke, Diusahakan. kamis depan tanggal 21 ya??siplah. bisa diatur. kan Mr……(nama Bos saya) lagi ke Hongkong, jadi bisa pulang lebih cepat.

Mr. N: Ow, mau ke Hongkong, dia berangkat tanggal berapa?

Saya: Tanggal 19.

Mr. N: owh, berarti 5 hari lagi yah?? (sambil makin mengencangkan genggaman tangannya) kayaknya sih ngasih tanda-tanda ya sodara-sodara, tapi bodohnya saya tetap cuek aja.

Saya: iya, 5 hari lagi. sambil (masih) cuek dan ngeliat ke luar jendela. ampun deh cueknya saya.

lagi asik-asik ngeliat keluar Jendela dan berpikir hari ini mau ngapain aja di kantor, tiba-tiba saya sadar, O-EM-JI (baca ya, pertama kali saya menyebutkan Oh my God dalam hidup saya) hari ini tanggal 14 April. and yesterday was our first month. sambil melirik ke Mr. N sedikit yg lagi ngeliatin saya sambil cengar-cengir ga karuan. saya pun berkata.

Saya: Cinta, maaf ya aku lupa kalau kemarin satu bulan kita menikah. maaf ya. sambil tampang saya dimelas-melasin. dan mau tau reaksi dia apa?

Mr. N: tersenyum.

Yak, dia tersenyum sodara-sodara sebangsa dan setanah air, dia cuma tersenyum dan ga ngomong apa-apa. haduh makin berdosa deh saya, tapi di tengah kemelasan saya meminta maaf, tiba-tiba dia mengangkat genggaman tangan kami. dan mencium tangan saya sambil tersenyum.

Aduh, rasanya meleleh banget di perlakukan seperti itu. saya pun tidak bertanya lagi apa reaksinya. karena rasanya saya mau nangis saat itu juga. katakanlah saya agak cengeng. tapi siapa sih yang ga terharu diperlakukan seperti itu. dan setelah dia mencium tangan saya. dia membisikkan tiga kata di telinga saya.

“I Love You”

maaakkkkkk….sayapun mencintainyaaaaaaa🙂

About Neng Rina

a 'new' nyonyah di dalam keluarga baru (kecil), yang terus belajar dan menulis.

Posted on April 14, 2011, in Aku dan Dia, cinta, Love energy and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Mari berkomentar dengan bijak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: