Ketika Menabung Belum Menjadi Hobi

Setiap orang pasti punya hobi masing-masing, anak kecil, remaja, maupun orang tua, mereka pasti menekuni hobi yang mereka sukai, entah itu hobi yg ringan maupun yang berat. Saya sendiri punya hobi naik sepeda dan memotret. saya menyukai hobi naik sepeda saat saya masih kecil. Dimulai dari meminjam sepeda teman untuk belajar naik sepeda, dan setelah bisa mengendarai sepeda, saya lalu menabung supaya bisa membeli sepeda sendiri, kenapa saya menabung untuk membeli sepeda pertama saya??jawabannya simpel. Orang tua saya belum mampu untuk membelikan pada saat itu. Penghasilan ayah saya belum terlalu besar saat itu. jadi kalau mau membeli sesuatu, yah saya harus menabung dulu untuk mendapatkan barang yang saya inginkan. Sayangnya sepeda itu sudah dikasih ke tukang loak karena si mama kasihan sama tukang loaknya*huahhh..jadi kangen sama sepeda ungu saya*

Sedangkan hobi memotret berawal dari kecintaan saya dengan kenarsisan, hobi memoto diri sendiri dan senang dengan hasil karya fotografer professional. Akhirnya saya iseng-iseng menekuni hobi memotret secara otodidak, hasilnya memang masih jauh dari fotografer professional *mungkin masih dibilang amatiran playgorup..alias masih suka main-main aja* maklum deh, masih belajar. Jadi masih belum punya karya yg bisa dibanggakan*.

untuk memuaskan hobi saya ini, saya juga menabung untuk membeli sebuah kamera yg build in dengan handphone. Handphonenya masih ada sampai saat ini dan kameranya pun masih bagus, cukup dengan handphone berkamera saya belajar menekuni hobi baru saya. Dan kenapa saya masih menabung untuk membeli handphone tersebut, padahal orang tua saya mampu untuk membelikannya saat itu. Semua itu ga lebih dari didikan ayah saya yang mengajarkan kita harus bekerja keras kalau kita menginginkan sesuatu. saat itu saya sudah punya handphone bagus, tapi karena hobi saya, akhirnya saya harus berjuang sendiri untuk mendapatkannya.

Nah, saat ini saya memang sedang ngidam alias kepengen banget beli sepeda fixie *sepeda yg rakit sendiri dan harganya lumayan mahal* dan kamera SLR untuk memuaskan hobi saya bersepeda dan memotret. Untuk memuaskan hobi saya itu, saya pun harus kembali menabung untuk bisa mendapatkan kedua barang tersebut.

Nabung!

ya..satu kata yang membuat saya sedikit berpikir. Ketika kita menginginkan sesuatu kita pasti harus nabung untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Entah itu untuk hobi atau untuk keperluan lainnya, pola pikir kita selalu aja seperti itu. Pernah gak kita berpikir untuk menjadikan Menabung itu sebuah Hobi?. Untuk suatu Hobi setiap orang pasti rela untuk menabung, mengurangi daftar belanja, dan mau berhemat-hemat. Tapi, kita malah ga pernah menjadikan Nabung sebagai hobi kita. entah budaya masyarakat kita yang seperti itu atau memang sifat manusia yang sesungguhnya masih jauh dari memikirkan masa depan. Setelah dipikir-pikir, hobi menabung juga bagus, terjamin kita pasti punya uang cadangan untuk keperluan yang mendadak.

Saya sendiri memang belum menerapkan Menabung untuk menjadi Hobi. Tapi mulai saya berpikir tadi sampai saya mengetik disini. Saya sudah mulai menerapkan dalam diri saya menjadikan Nabung sebagai Hobi.

Semoga Hobi baru saya ini*Hobi Nabung* bisa menjadi Hobi yg bukan hanya diterapkan oleh orang-orang yang mengerti makna dari menabung. tapi bisa juga diterapkan oleh orang lain yang membaca blog ini, termasuk diri saya sendiri.

Selamat Menabung

About Neng Rina

a 'new' nyonyah di dalam keluarga baru (kecil), yang terus belajar dan menulis.

Posted on March 4, 2011, in Mini Note. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Mari berkomentar dengan bijak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: